Laman


Jumat, 04 November 2011

THIS IS ME ON MY BIRTHDAY

Sampai saat ini, saya masih tidak tau bagaimana cara terbaik untuk memaknai sebuah hari kelahiran di setiap tahun, harus sedih ataukah bahagia. Kebanyakan orang mungkin akan bahagia di hari ulang tahun mereka, bersyukur atas udara yang masih bisa dirasakan hingga di usia ini, bersyukur atas rangkaian moment menyenangkan yang telah terjadi atau moment melelahkan yang berhasil dilewati semenjak pertama kali hadir di dunia hingga di usia ini, bersyukur karena orang-orang yang kita kenal belum kehabisan cara untuk menunjukkan perhatian dan sayang mereka entah dengan ucapan selamat, hadiah, atau doa untuk kita di suatu malam yang bahkan tak terdengar ditelinga kita, dan bersyukur untuk puluhan atau mungkin ratusan alasan lain lagi.

Saya juga begitu, moment ulang tahun lebih banyak membuat saya gembira sebenarnya. Namun layaknya sebuah koin, ada dua sisi sudut pandang pula yang mungkin harus kita miliki disetiap kita mengawali usia yang baru. Turut berduka cita, bertambahnya usia berarti berkurang pula jatah hidup kita di dunia ini. Tidak ada yang salah dengan kalimat itu bukan? Tidak salah mengingat setiap orang memang berjalan menuju kematian, pertambahan langkah berarti pemendekan jarak menuju tujuan, dan masa lalu menjadi semakin jauh tertinggal di belakang.

Di tiap ulang tahun pula saya sadar betul bahwa saya sudah semakin jauh meninggalkan masa kecil saya, usia saya telah bertambah menjadi lebih dewasa persis seperti apa yang pernah saya inginkan di kala itu. Waktu itu saya membaca majalah Bobo buku favorit saya, ada suatu kalimat di buku itu yang menyebutkan “Jika saat ini kamu merasa ingin cepat menjadi dewasa, bersenang-senanglah dan puaskan dirimu dulu saat ini, sebab di usia dewasa kamu mungkin akan sangat rindu menjadi kamu yang sekarang”,tidak seperti dulu, kali ini saya benar-benar harus mempercayai kalimat itu, karena faktanya saya memang rindu, rindu sekali memiliki wajah bebas dan tanpa beban seperti saat itu, rindu akan masa lalu yang semakin jauh tertinggal di belakang.

Tapi inilah misteri waktu yang sebenarnya, ia terus berjalan. Mesin waktu dalam film Doraemon yang bisa mengembalikan kita ke masa lalu atau melangkah lebih cepat ke masa depan pun masih diyakini oleh banyak orang sebagai suatu kemustahilan. Mungkin yang bisa kita lakukan adalah menyadari dimana kita berdiri saat ini, dan menyadari bahwa kita tak akan pernah bisa berjalan mundur juga berjalan lebih cepat dari saat ini, dimana kita hanya dapat melihat masa lalu jika menengok ke belakang, dan melihat masa depan (meski masih samar) jika mengembalikan pandangan yang seharusnya sambil terus berjalan kedepan.
Salah satu cara menikmati hidup, menikmati moment saat menjalani hidup dari satu waktu ke waktu.
And this is me on my birthday, ingin menikmati tiap moment saat menjalani hidup di usia ini..
Thanks God for everything..

Jogja, 04 November 2011

0 komentar: