Laman


Sabtu, 10 Maret 2012

Diam

Satu demi satu akhirnya terasa, bernaung awan hitam yang masih enggan beranjak diatas sana.
Disatu sisi melegakan bumi yang kehausan, meski ada setitik keindahan yang harus terpudarkan.
Salah jika mengira bahwa kelopak mawar yang merekah itu begitu kuat, rintik yang baru saja turun bahkan telah merapuhkan, meruntuhkannya satu demi satu, sirna sudah indahnya, merah hampir tak ada lagi artinya.
Kata terlalu mudah untuk diucap, terlalu ringan untuk dituliskan.
Tapi makna terlalu sulit untuk diungkap, arti terlalu sulit untuk dimengerti, dan jejak terlalu sulit untuk dihapuskan, meski bumi telah berselimut hujan.
Diam biar saja diam, sunyi biar saja sunyi.
Laksana air yang kemarin masih bergantung pada awan hitam,
atau embun pagi yang masih betah bergelayut pada dedaunan, hingga sang surya perlahan harus memusnahkan setiap tetesannya dari pandangan.




Jogja, 10 maret 2012

0 komentar: