Laman


Sabtu, 15 Juni 2013

DINGIN

Dingin, semua orang akan rasakan itu jika berada di dataran tinggi seperti tempat kamu berpijak sekarang. Dingin, membuat tubuhmu bahkan bergetar karenanya.
Dingin, sesuatu yg entah seperti apa cara menjelaskannya, tak berwarna, tak bisa dilihat, tak berwujud, hanya bisa dirasa.
Dipeluk dingin bisa saja sebenarnya membuatmu merasa nyaman, tapi kamu terlalu tidak suka dengan kehadirannya, tidak nyaman merasakannya.
Kamu menggigil atas dingin yg menembus pori-pori kulitmu, ia menusuk tulang, menghujam terlalu dalam.
Kamu sudah rasakan dingin itu jauh-jauh hari sebelum hari ini sebenarnya, berada di tempat tinggi seperti saat ini dijadikanmu sebagai alasan, usahamu mencari kambing hitam.
Kemarin-kemarin kamu sudah rasakan, beku bahkan, entah bagaimana bisa.
Sudah sejauh ini, kamu tahu dinginmu tak akan hilang, ia telah lebih dulu menginjeksi seluruh ruang lahir dan batin kamu, menyapu setiap sudut tanpa sempat ruang itu kamu tutup.
Dan kamu, hampir tak lagi bisa rasakan gerak jemarimu, tidak pula bisa merasakan pijak telapak kakimu yg menyentuh tanah. Dingin yg terlalu dingin hampir membuat saraf perasamu seolah putus dalam perjalanannya saat sedang bertugas menyampaikan sebuah rasa untuk seharusnya diolah dan dijelaskan secara logis oleh otakmu.
Diam membuatmu semakin menggigil. Dinginmu terasa tanpa bisa didefinisikan seperti apa, dinginmu berkata-kata tanpa meminta, mengharuskan tanpa memaksa.
Bergeraklah katanya, itu saja.

Tawangmangu, 09 Mei 2013

0 komentar: