Pagi itu pasti akan datang, matahari tidak akan mengingkari janjinya pada dunia untuk mengganti malam, lalu menerangimu dengan sejuta hal yang ingin kau lakukan. Mungkin kau hanya butuh sedikit waktu untuk bersabar menghabiskan malam yang sungguh membosankan.....
Aku tidak mengerti kenapa kita begitu berbeda, aku ingin sekali sepertimu, begitu menikmati malam yang katamu sungguh indah. Kau bisa melihat Sirius dan kemilaunya yang juga ingin kulihat. Tapi bagiku malam ini hanya dipenuhi dengan kabut, gelap, dan tak ada apa-apa yang bisa kulihat. Aku tidak bisa menikmatinya seperti kau menikmati caramu menunggu pagimu. Apa aku memang harus menunggu pagi dengan cara lain tanpa harus menatap mereka diatas tanah lapang, seperti yang kau lakukan sekarang?Aku pernah melihatnya, Sirius dengan sinarnya yang paling terang dilangit malam. Dan kau tahu ? Sungguh aku sangat senang melihatnya. Tapi malam ini semua terasa berbeda, kabut itu terlalu tebal menutupi mataku hingga aku tidak bisa lagi merasakan cahayanya dalam gelap malam. Hanya aku yang tidak bisa merasakannya, sementara kau bisa, tersenyum dan tak melepaskan pandanganmu dari kemilaunya. Apa salah karena aku mencoba melihatnya dari posisi dimana aku berdiri sekarang? Atau aku memang harus sekuat mungkin menghilangkan kabut ini dari pandanganku?Aku tidak ingin menunggu pagi dengan cara semacam ini, sungguh bukan ini yang aku harapkan. Dan aku tidak mengerti apakah kau paham, bahwa aku sungguh ingin melihat Sirius seperti yang kau lakukan sekarang.
Pagi itu pasti akan datang, matahari tidak akan mengingkari janjinya pada dunia untuk mengganti malam, lalu menerangimumu dengan sejuta hal yang ingin kau lakukan. Malam ini pasti akan berlalu, meski akan terasa seperti seratus tahun bagimu. Hingga besok malam, Sirius akan tampak jelas dimatamu.Ijinkan aku melihatnya lagi dalam penantian pagiku...
_Jogja, 17 maret 2011_


0 komentar:
Posting Komentar