Bukankah dalam hidup segala sesuatu memang bisa berubah?
Bukankah setiap orang harus siap dengan segala perubahan?
Alam raya ini tidak diam, matahari tidak berada pada altitud dan azimut yang sama sepanjang masa,
Jupiter tidak selamanya berada pada zenith, tepat diatas kepalamu sebagaimana yang kau lihat di dini hari itu,
Sirius tidak selamanya mengantar matahari pulang dalam senjamu, pada waktu yang selalu kau tunggu disepanjang harimu, dimana kau biasa duduk atau berdiri didepan kamarmu untuk sekedar menyapa ia yang paling terang dalam bias senja yang jingga di ufuk barat sana,
Bila tiba saatnya, ia bisa saja justru menjemput sang surya saat kau bahkan mungkin masih terlelap dalam tidurmu, dan saat itu kau kecewa karena seringkali hanya sempat melihat sisa cahayanya yang bahkan hampir dibuat tak berarti lagi oleh tibanya sang mentari.
Langit malammu berubah, bukankah memang harusnya seperti itu?
Jika tak memahaminya, mungkin suatu hari nanti kau akan berhenti mencintai Siriusmu, kau pikir ia terlalu jahat karena tak pernah membiarkanmu lebih lama melihat kedipannya yang selalu kau kagumi itu...
Perubahan itu pasti...
Segala yang ada disekelilingmu bisa saja berubah, apapun dan siapapun, siapapun, ya, siapapun.
Dan bukankah harusnya kau siap dengan itu, peduli perubahan itu akan melukis sebuah senyuman dengan warna cerah dalam Painting of Lifemu atau bahkan melukis kesedihan dan gurat kekecewaan dengan warna yang bahkan tak ingin kau miliki dalam daftar cat warna di hidupmu.
Tapi cat warna itu selalu lengkap bahkan sejak kau belum memahami artinya, lengkap dengan 12 warna inti yang selalu siap menggores kanvas putih untuk setiap perubahan yang terjadi dalam hidupmu..
Untuk setiap perubahan yang terjadi, untuk dia dan jiwa-jiwa yang telah berubah, untuk semua yang tak sama lagi dengan yang dulu...
Tanjung, 13 agustus 2011
skip to main |
skip to sidebar
Somewhere
It's my life... I'm the one who will paint it...
Laman
Jumat, 12 Agustus 2011
Kamis, 11 Agustus 2011
Selasa, 09 Agustus 2011
Need a Thousand Things
For everyone who are sitting on the floor or somewhere just to read this words, better for you to close this page and just forget it for this time, because I dont think that you will understand this topic I’m talkin about, because me the writer it self are not understand about what’s come out from my mind.
I need a thousand movies to watch, whether its about action, adventure, disaster, outer space, or horror, whatever! I dont give a shit for any choice. Or take me to a thousand beaches for snorkeling eventhough I’m not that able to swim, huh funny. Or a thousand stars with the moon on the sky to talk to, but no! it’s crazy expecting for their coming right now, they would never come when the sun is shining brightly just like everyone see out there. I want to watch a thousand fireworks that cover whole the night sky, like I do amaze watch it while sitting on the roof of the building when new year is coming, or be with my beloved friends and thousand anybody else who also watch the glowing night in the square of my hometown when feastday is coming, but once more no! Can’t you see the sun out there is laughing you for a crazy wishing right now? Okay forget!
Or a thousands planes which dont mind to take me somewhere in Venice or fairyland, yeah fairyland where probably I could find a thousand river to be crossed, a thousand sheeps in a grassland to be counted on my bed before sleeping, a thousand dwarf’s houses as in the story of Snow White to stay in, hey what the hell I’m talkin about? Is that possible? no I’m just dreaming for a dreaming life on my true life, yeah my life is not about fairytale actually. What about a thousand piano which I can dance my finger on it to play Kiss The Rain, Canon in D Major, To you all, different piano for every songs, hey but I’m not that able to playing that much, or to be the master of the difficult chord, am I?
I need a thousand... a thousand... a thousand for everythings to spend my time today to give me back that smile which has been stolen from something, honestly I dont know what to do, something to think or something to talkin about. Yeah I can’t even understand what’s on my mind, it explains me about something but I dont even know what, probably about the true which I should trust and the one (read : lie) that I shouldn’t, but am I able to make a difference between them?
I need a thousand... a thousand things to spend up and to give me back the stolen smile ! That’s all...
My hometown, Augst 9th 2011
I need a thousand movies to watch, whether its about action, adventure, disaster, outer space, or horror, whatever! I dont give a shit for any choice. Or take me to a thousand beaches for snorkeling eventhough I’m not that able to swim, huh funny. Or a thousand stars with the moon on the sky to talk to, but no! it’s crazy expecting for their coming right now, they would never come when the sun is shining brightly just like everyone see out there. I want to watch a thousand fireworks that cover whole the night sky, like I do amaze watch it while sitting on the roof of the building when new year is coming, or be with my beloved friends and thousand anybody else who also watch the glowing night in the square of my hometown when feastday is coming, but once more no! Can’t you see the sun out there is laughing you for a crazy wishing right now? Okay forget!
Or a thousands planes which dont mind to take me somewhere in Venice or fairyland, yeah fairyland where probably I could find a thousand river to be crossed, a thousand sheeps in a grassland to be counted on my bed before sleeping, a thousand dwarf’s houses as in the story of Snow White to stay in, hey what the hell I’m talkin about? Is that possible? no I’m just dreaming for a dreaming life on my true life, yeah my life is not about fairytale actually. What about a thousand piano which I can dance my finger on it to play Kiss The Rain, Canon in D Major, To you all, different piano for every songs, hey but I’m not that able to playing that much, or to be the master of the difficult chord, am I?
I need a thousand... a thousand... a thousand for everythings to spend my time today to give me back that smile which has been stolen from something, honestly I dont know what to do, something to think or something to talkin about. Yeah I can’t even understand what’s on my mind, it explains me about something but I dont even know what, probably about the true which I should trust and the one (read : lie) that I shouldn’t, but am I able to make a difference between them?
I need a thousand... a thousand things to spend up and to give me back the stolen smile ! That’s all...
My hometown, Augst 9th 2011
Rabu, 03 Agustus 2011
MALU DONK SAMA KUCING...
Hari ini saya kembali belajar tentang suatu hal, suatu hal yang sebenarnya telah saya ketahui karena pengalaman yang saya rasakan, dan mungkin suatu hal yang telah dianggap wajar oleh banyak orang, bahwa setiap orang tua memang sudah seharusnya menyayangi anaknya. Namun tadi pagi saya mendapatkan pelajaran ini pada suatu pemandangan yang sebenarnya sederhana saja, pemandangan antara sepiring makanan dan dua ekor kucing peliharaan keluarga saya.
Duduk manis dan diam. Itulah yang dilakukan oleh induk kucing itu ketika disuguhi campuran sepiring nasi beserta tulang belulang dan daging ikan sisa yang kami makan untuk sahur pagi ini. Diam melihat makanan, tentu saja bukan karena ia kucing yang bodoh atau tidak cukup pintar untuk mengetahui bahwa itu adalah makanan yang harusnya ia makan. Entah apa yang ada dibenaknya, namun jelas sekali saat itu ia sedang memperhatikan seekor kucing kecil lain berusia beberapa bulan yang tidak lain adalah anaknya sedang menyantap makanan tersebut dihadapannya. Tertegun saya melihatnya, ya, induk kucing itu hanya memperhatikan anaknya makan dan tidak mau menyantap makanan sedikitpun sebelum mendahulukan anaknya.
Mungkin selama ini kita sudah tahu dan mungkin adalah hal yang lumrah, bahwa kebanyakan orang tua di dunia ini pasti rela berkorban demi anaknya, mendahulukan kepentingan anaknya diatas kepentingannya sendiri. Namun kali ini saya mendapatinya pada seekor kucing, binatang yang memang tidak dikaruniai akal namun saya yakini memiliki perasaan. Ya, kucing itu tidak mau ikut memakan nasi diatas piring yang sebenarnya cukup besar untuk ia makan berdua dengan anaknya saat itu, setelah anaknya berhenti makan barulah ia mau memakan nasi tersebut. Ini tidak hanya terjadi sekali, namun berkali-kali setiap mereka diberi makan, selalu begitu dan selalu begitu. Betapa ia sangat menyayangi anaknya.
Dalam hal ini saya rasa ia sebagai binatang jauh lebih hebat daripada orang tua di dunia ini yang mungkin masih banyak tidak perduli pada anaknya, seperti yang sering kali muncul dalam banyaknya kasus kekerasan orang tua pada anak yang banyak kita lihat dalam tayangan berita kriminal ditelevisi. Jangankan menyayangi anaknya, mereka bahkan tidak perduli sedikitpun pada anaknya, memperlakukan anaknya layaknya budak dengan mempekerjakan mereka entah di jalanan atau dimanapun sementara mereka hanya duduk menunggu hasilnya, atau mereka tidak cukup berperasaan dengan membiarkan kaki anak kecilnya terlindas kereta api seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, atau bahkan sampai ada yang tega membunuh manusia yang tidak lain adalah darah dagingnya sendiri. Suatu perlakuan orang tua yang sama sekali tidak sebanding dengan kasih sayang seekor kucing yang saya perhatikan dengan hal sederhana yang ia tunjukkan.
Mungkin para orang tua tersebut sebenarnya mengetahui apa yang layak dan tidak layak mereka lakukan dan kasih sayang seperti apa yang harusnya mereka peruntukkan bagi anaknya, namun bisa jadi hanya sekedar diketahui tanpa benar-benar diresapi, sebuah teori belaka. Karena itulah mungkin jika tadi pagi mereka ada disini bersama saya dan melihat pemandangan ini sebentar saja, barangkali mereka akan malu karena seekor binatang yang tidak cukup pandai untuk disuruh berakting dihadapan mereka itu telah menunjukkan bahwa mereka benar-benar kalah dalam hal pengorbanan dan kasih sayang kepada anak.
Tanjung, 4 agustus 2011
Duduk manis dan diam. Itulah yang dilakukan oleh induk kucing itu ketika disuguhi campuran sepiring nasi beserta tulang belulang dan daging ikan sisa yang kami makan untuk sahur pagi ini. Diam melihat makanan, tentu saja bukan karena ia kucing yang bodoh atau tidak cukup pintar untuk mengetahui bahwa itu adalah makanan yang harusnya ia makan. Entah apa yang ada dibenaknya, namun jelas sekali saat itu ia sedang memperhatikan seekor kucing kecil lain berusia beberapa bulan yang tidak lain adalah anaknya sedang menyantap makanan tersebut dihadapannya. Tertegun saya melihatnya, ya, induk kucing itu hanya memperhatikan anaknya makan dan tidak mau menyantap makanan sedikitpun sebelum mendahulukan anaknya.
Mungkin selama ini kita sudah tahu dan mungkin adalah hal yang lumrah, bahwa kebanyakan orang tua di dunia ini pasti rela berkorban demi anaknya, mendahulukan kepentingan anaknya diatas kepentingannya sendiri. Namun kali ini saya mendapatinya pada seekor kucing, binatang yang memang tidak dikaruniai akal namun saya yakini memiliki perasaan. Ya, kucing itu tidak mau ikut memakan nasi diatas piring yang sebenarnya cukup besar untuk ia makan berdua dengan anaknya saat itu, setelah anaknya berhenti makan barulah ia mau memakan nasi tersebut. Ini tidak hanya terjadi sekali, namun berkali-kali setiap mereka diberi makan, selalu begitu dan selalu begitu. Betapa ia sangat menyayangi anaknya.
Dalam hal ini saya rasa ia sebagai binatang jauh lebih hebat daripada orang tua di dunia ini yang mungkin masih banyak tidak perduli pada anaknya, seperti yang sering kali muncul dalam banyaknya kasus kekerasan orang tua pada anak yang banyak kita lihat dalam tayangan berita kriminal ditelevisi. Jangankan menyayangi anaknya, mereka bahkan tidak perduli sedikitpun pada anaknya, memperlakukan anaknya layaknya budak dengan mempekerjakan mereka entah di jalanan atau dimanapun sementara mereka hanya duduk menunggu hasilnya, atau mereka tidak cukup berperasaan dengan membiarkan kaki anak kecilnya terlindas kereta api seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, atau bahkan sampai ada yang tega membunuh manusia yang tidak lain adalah darah dagingnya sendiri. Suatu perlakuan orang tua yang sama sekali tidak sebanding dengan kasih sayang seekor kucing yang saya perhatikan dengan hal sederhana yang ia tunjukkan.
Mungkin para orang tua tersebut sebenarnya mengetahui apa yang layak dan tidak layak mereka lakukan dan kasih sayang seperti apa yang harusnya mereka peruntukkan bagi anaknya, namun bisa jadi hanya sekedar diketahui tanpa benar-benar diresapi, sebuah teori belaka. Karena itulah mungkin jika tadi pagi mereka ada disini bersama saya dan melihat pemandangan ini sebentar saja, barangkali mereka akan malu karena seekor binatang yang tidak cukup pandai untuk disuruh berakting dihadapan mereka itu telah menunjukkan bahwa mereka benar-benar kalah dalam hal pengorbanan dan kasih sayang kepada anak.
Tanjung, 4 agustus 2011
Senin, 01 Agustus 2011
Talking about Disguise
Have you ever felt some kind of emptiness inside
You will never measure up, to those people you
Must be strong, can't show them that you're weak
Have you ever told someone something
That's far from the truth
Let them know that you're okay
Just to make them stop
All the wondering, and questions they may have
I'm okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I'll be honest with you
Still we don't know what's yet to come
Have you ever seen your face,
In a mirror there's a smile
But inside you're just a mess,
You feel far from good
Need to hide, 'cos they'd never understand
Have you ever had this wish, of being
Somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too
And from that moment, then you see things clear
I'm okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I'll be honest with you
Still we don't know what's yet to come
Are you waiting for the day
when your pain will disappear
when you know that it's not true
what they say about you
you could not care less about the things
surrounding you
ignoring all the voices from the walls
Lagu yang berjudul Disguise oleh Lene Marlin yang menjadi salah satu soundtrack dalam drama Taiwan Twins yang booming ditahun 2003 ini adalah salah satu lagu favorit saya. Selain karena musiknya enak didengar, liriknya pun sangat berkesan untuk saya. Disguise yang berarti Menyamarkan ini adalah lagu tentang seorang gadis yang menutupi keadaanya yang sebenarnya, keadaan sesungguhnya yang pada kenyataannya tak sebaik sebagaimana yang ia tunjukkan pada orang-orang. Dari luar orang-orang melihat sebuah senyuman manis diwajahnya, jauh dari apa yang orang lain lihat, gadis itu telah kehilangan senyum itu didalam dirinya. Mungkin sebenarnya ada keinginan dari gadis itu untuk membagi apa yang ia rasakan, membagi sesuatu yang ada dibalik senyum palsunya itu, namun ia merasa bahwa semua yang ia rasakan tidak akan dapat dimengerti oleh orang lain. Kondisi ini mirip dengan lirik Lagu yang berjudul Iris dari Goo goo Dolls pada bagian reffnya :
And I dont Want the world to see me
Cause I dont think that they’d understand
When everythings made to be broken
I just want you to know who I am
Entahlah, saya rasa mungkin beberapa orang didunia ini memang pernah merasakan apa yang dirasakan oleh gadis dalam lagu Disguise ataupun pria dalam lagu Iris diatas, suatu keadaan dimana ketika kita dilanda suatu masalah, kita justru tidak bisa membaginya dengan orang lain untuk meminta saran pemecahan masalah ataupun sekedar mengeluarkan emosi yang ada di dalam diri saja. Hal itu bisa jadi karena kita merasa bahwa mungkin orang lain tidak akan benar-benar mengerti apa yang kita rasakan. Entahlah, mungkin sahabat-sahabat terbaik kita yang sebenarnya tentu bersedia untuk membantu kita berpikir bahwa kita terlalu egois untuk menyimpan semua ini sendiri, dan barangkali terpikir pula dalam benak kita bahwa mereka benar, kita memang egois. Tapi inilah kenyataannya, kadang kita benar-benar sulit untuk mengutarakan semuanya hingga kita berpikir bahwa jalan terbaik adalah Menyamarkannya, Disguise.
I'm okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I'll be honest with you
Still we don't know what's yet to come
Strongly kita berkata pada semua orang bahwa kita baik-baik saja, mungkin hanya perlu waktu untuk memahami semua ini, namun jika ternyata kita tidak jua merasa lebih baik dengan menyimpan dan mencoba menyelesaikannya seorang diri, dan waktu yang dimaksud itu tak jua berujung? Saya rasa ini bukanlah pemecahan masalah yang sebenarnya, karena kita belum benar-benar lepas dari sesuatu yang berada di balik kata Okay itu sendiri. Dalam diri kita yang terdalam tentunya ada perasaan ingin lepas dari semua ini, lepas dari penyamaran ini. Mungkin saat itu kita berpikir ingin sekali rasanya pergi ke suatu tempat dimana disguise itu tak perlu ada, kekhawatiran itu tak perlu ada, dan semuanya akan baik-baik saja. Lalu dimana tempat itu?
Mungkin tempat itu akan tercipta dengan sendirinya jika kita belajar untuk jujur dan membagi suatu hal yang menyebabkan Disguise ini pada orang terdekat kita, toh ternyata kita tidak merasa lebih baik dengan menyimpan dan mencoba menyelesaikannya seorang diri. Jika selama ini kita hanya membaginya pada Tuhan, mungkin sekarang kita harus belajar untuk membaginya pada orang terdekat kita yang barangkali ternyata merupakan penjelmaan dari tangan Tuhan atas cerita panjang kita padaNya selama ini.
Well done, I hope its not a kind of written only,
Hopely it’s also gonna be my way to feel better anyway.
Tanjung, 02 Agustus 2011
You will never measure up, to those people you
Must be strong, can't show them that you're weak
Have you ever told someone something
That's far from the truth
Let them know that you're okay
Just to make them stop
All the wondering, and questions they may have
I'm okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I'll be honest with you
Still we don't know what's yet to come
Have you ever seen your face,
In a mirror there's a smile
But inside you're just a mess,
You feel far from good
Need to hide, 'cos they'd never understand
Have you ever had this wish, of being
Somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too
And from that moment, then you see things clear
I'm okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I'll be honest with you
Still we don't know what's yet to come
Are you waiting for the day
when your pain will disappear
when you know that it's not true
what they say about you
you could not care less about the things
surrounding you
ignoring all the voices from the walls
Lagu yang berjudul Disguise oleh Lene Marlin yang menjadi salah satu soundtrack dalam drama Taiwan Twins yang booming ditahun 2003 ini adalah salah satu lagu favorit saya. Selain karena musiknya enak didengar, liriknya pun sangat berkesan untuk saya. Disguise yang berarti Menyamarkan ini adalah lagu tentang seorang gadis yang menutupi keadaanya yang sebenarnya, keadaan sesungguhnya yang pada kenyataannya tak sebaik sebagaimana yang ia tunjukkan pada orang-orang. Dari luar orang-orang melihat sebuah senyuman manis diwajahnya, jauh dari apa yang orang lain lihat, gadis itu telah kehilangan senyum itu didalam dirinya. Mungkin sebenarnya ada keinginan dari gadis itu untuk membagi apa yang ia rasakan, membagi sesuatu yang ada dibalik senyum palsunya itu, namun ia merasa bahwa semua yang ia rasakan tidak akan dapat dimengerti oleh orang lain. Kondisi ini mirip dengan lirik Lagu yang berjudul Iris dari Goo goo Dolls pada bagian reffnya :
And I dont Want the world to see me
Cause I dont think that they’d understand
When everythings made to be broken
I just want you to know who I am
Entahlah, saya rasa mungkin beberapa orang didunia ini memang pernah merasakan apa yang dirasakan oleh gadis dalam lagu Disguise ataupun pria dalam lagu Iris diatas, suatu keadaan dimana ketika kita dilanda suatu masalah, kita justru tidak bisa membaginya dengan orang lain untuk meminta saran pemecahan masalah ataupun sekedar mengeluarkan emosi yang ada di dalam diri saja. Hal itu bisa jadi karena kita merasa bahwa mungkin orang lain tidak akan benar-benar mengerti apa yang kita rasakan. Entahlah, mungkin sahabat-sahabat terbaik kita yang sebenarnya tentu bersedia untuk membantu kita berpikir bahwa kita terlalu egois untuk menyimpan semua ini sendiri, dan barangkali terpikir pula dalam benak kita bahwa mereka benar, kita memang egois. Tapi inilah kenyataannya, kadang kita benar-benar sulit untuk mengutarakan semuanya hingga kita berpikir bahwa jalan terbaik adalah Menyamarkannya, Disguise.
I'm okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I'll be honest with you
Still we don't know what's yet to come
Strongly kita berkata pada semua orang bahwa kita baik-baik saja, mungkin hanya perlu waktu untuk memahami semua ini, namun jika ternyata kita tidak jua merasa lebih baik dengan menyimpan dan mencoba menyelesaikannya seorang diri, dan waktu yang dimaksud itu tak jua berujung? Saya rasa ini bukanlah pemecahan masalah yang sebenarnya, karena kita belum benar-benar lepas dari sesuatu yang berada di balik kata Okay itu sendiri. Dalam diri kita yang terdalam tentunya ada perasaan ingin lepas dari semua ini, lepas dari penyamaran ini. Mungkin saat itu kita berpikir ingin sekali rasanya pergi ke suatu tempat dimana disguise itu tak perlu ada, kekhawatiran itu tak perlu ada, dan semuanya akan baik-baik saja. Lalu dimana tempat itu?
Mungkin tempat itu akan tercipta dengan sendirinya jika kita belajar untuk jujur dan membagi suatu hal yang menyebabkan Disguise ini pada orang terdekat kita, toh ternyata kita tidak merasa lebih baik dengan menyimpan dan mencoba menyelesaikannya seorang diri. Jika selama ini kita hanya membaginya pada Tuhan, mungkin sekarang kita harus belajar untuk membaginya pada orang terdekat kita yang barangkali ternyata merupakan penjelmaan dari tangan Tuhan atas cerita panjang kita padaNya selama ini.
Well done, I hope its not a kind of written only,
Hopely it’s also gonna be my way to feel better anyway.
Tanjung, 02 Agustus 2011
Total Tayangan Halaman
Lencana Facebook
Lencana Facebook
About this blog
welcome to my blog...
welcome to my words...
welcome to my world...^^
welcome to my words...
welcome to my world...^^
That's who I am...
Somewhere
This is who I am
- Endah Tri Wahyuni
- A little girl in a big world. A dreamer. Love music, travelling, writing, reading, skygazing, firework, beach, mountain. Unbreakable. Mistaken. Careless. Moody. Strong enough. Friendly. Have so much to be thankfull for. Deserve to be happy. Best daughter wanna be.
Labels
- Family (4)
- Friendship (5)
- Indonesia (3)
- Jurnalism (3)
- Love (17)
- My Birthday (3)
- My Mind and Soul (37)
- sirius (1)
- Travelling (7)
Entri Populer
-
Dewi Lestari yang dikenal dengan nama pena Dee adalah salah satu penulis favorit saya. Yah, mungkin belum cukup list bacaan saya untuk dik...
-
Hmmm... ngomongin band favorit Indonesia, omonganku gak bakalan jauh-jauh dari yang namanya Sheila On 7. Buat aku, Sheila on 7 adalah ...
-
“Kamu hanya butuh waktu. Luka dibadan saja butuh waktu untuk sembuh.” Kata seorang sahabat dalam perbincangan kami pada suatu malam...
-
Tiada yang mengerti, dan mungkin diapun tidak memahami, betapa tidak nyamannya matamu memandang kepingan-kepingan kendi kalian yang kini ...
-
Tadi pagi, di sela-sela sarapan sebelum berangkat ke kantor, tidak sengaja tangan saya yang sedang memegang remote control menemukan channe...
-
Sebenarnya cukup terlambat jika baru sekarang saya menuliskan cerita perjalanan terbaru saya bersama teman-teman Lepo mania ke Puerto Rico...
-
I know you're somewhere out there Somewhere far away I want you back I want you back My neighbors think I'm crazy But they don...
-
"Dunia adalah sebuah buku, dan anda yang tidak melakukan travelling kemana-mana hanya membaca satu halaman saja." (Sa...
-
Tahun ini Hima Fisika FMIPA UNY kembali menyuguhkan rentetan acara dan lomba jurnalistik dalam Pekan Jurnalistik Fisika (PJF). Kali ini Pe...
-
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menceritakan tentang sebuah kampung kepada seseorang. Saya bercerita tentang bagaimana kampung it...
Thanks
Thanks for inviting my blog ! ^^
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.

