Laman


Jumat, 23 September 2011

Untuk Pagi yang Selalu Nyata

Untuk suatu hari yang lelah disudut ini
aku masih berdiri disini
menatap senja lekat-lekat bersama jejak kaki yang tertinggal
satu hari lagi telah berlalu
kemarin, dan kemarin lusa terucap pula kalimat itu
dan masih saja sama, dengan cahaya matahari yang hampir tak pernah kurasa lagi dalam sepenggal waktu

Ada sesuatu yang tersembunyi
sesuatu yang tak semua orang dapat mengerti, tidak pula memahami
ada langkah yang terpatri
ada cerita, barangkali pula itu anekdot yang terselip di bibir

Aku masih saja seperti orang yang tak waras, berdialog dengan waktu memintanya untuk kembali
untuk tahun, bulan, minggu, hari, menit, dan detik yang telah berlalu
nihil ketika aku sadar bahwa esok pagi adalah kenyataan
dan harusnya aku mampu berdamai dengan itu

Dan senja ini masih sama
tiada janji yang berani ia ukir disana, pada cakrawala yang sebentar lagi akan ia tinggalkan hingga kan lenyap perlahan di mataku...
janji tentang kenyataan disuatu pagi

Untuk suatu hari yang lelah disudut ini
dan pagi yang akan selalu nyata...

0 komentar: