Tidak seorangpun manusia bisa menjalani hidup sendiri. Sudah menjadi suatu hukum alam bahwa sejak memulai kehidupan sampai dengan menutup mata seseorang tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Hal ini menuntut adanya interaksi antar manusia, karena faktanya kita memang butuh orang lain, terutama orang-orang yang berada disekitar kita. Dan berbagai hal kecil sampai hal besar yang mereka lakukan pada kita selama ini pastinya akan memberi arti, ada value yang terselip disana meski tidak selalu dapat disadari secara langsung, barangkali value itu terlihat ketika kita telah berada dalam dimensi waktu yang berbeda, it’s okay. Dan dari semua yang berarti, ada yang paling berarti yang bisa ku lihat sampai pada detik ini, thats why I should really thanks to these people..
1. Mama
Thanks for being the greatest mother in the world for me, terima kasih untuk selalu tidur disampingku dan meletakkan tanganmu ditubuhku ketika aku sakit, dan aku benar2 speechless ketika kau bilang barangkali saja panas ditubuhku akan mengalir ketubuhmu dengan cara itu. Terima kasih untuk cerita Bobo, Oki & Nirmala, Donal Bebek, Bona dan Rong Rong yang kau bacakan padaku ketika kau tahu aku menyukai buku-buku itu saat aku bahkan belum bisa membaca. Thanks for saying it’s okay when I said I need. Terima kasih karena selalu mengajariku untuk berdiri sendiri selama aku bisa tanpa harus selalu merepotkan dan bergantung pada orang lain. Thanks for always making me happy. You’re my everything mom, dan aku berterima kasih untuk segalanya.
2. Bapak
Thanks for being the greatest father in the world for me, terima kasih untuk selalu tidak jadi memberiku uang ketika aku menyodorkan tangan kiriku untuk menerimanya, terima kasih untuk selalu bersabar, terima kasih untuk doremifasolasido yang kau perkenalkan padaku sejak kecil dan mendengarkan apa yang bisa kumainkan sampai saat ini, terima kasih untuk kata “terima kasih” yang kau ajarkan, thanks for sometimes being so nice to my cats walaupun sebenarnya kau tidak begitu menyukainya, terima kasih mengajariku mencangkok pohon rambutan hingga aku bisa bangga melihat pohon rambutan hasil cangkokanku beberapa tahun yang lalu itu kini berdiri gagah didepan rumah. You do it well as my dad, thanks
3. My sister
Terima kasih mbak nunce ku sayang karena menjadi kakak yang menyenangkan, thank for being so nice to me, terima kasih untuk tidak pernah pelit, terima kasih untuk kucing-kucing lucu dirumah, kalo bukan mba siapa lagi yg merawat mereka? Terima kasih untuk selalu memotongkan kuku-kuku pada jemari mungilku ketika aku masih belum bisa menggunakan pemotong kuku dengan benar, terima kasih untuk menelponku, mengkhawatirkanku, lalu pulang lebih cepat dari jam kantor dengan membawa 6 kotak jus jambu untukku ketika aku mengirimi pesan bahwa aku sedang sakit dirumah dan mama terlanjur pergi ke luar kota tadi pagi, terima kasih untuk menemaniku bersama bapak sampai mama datang. Terima kasih untuk mau mendengarkan ocehan2ku atau lagu-lagu dari gitar tuaku saat listrik mati dimalam hari dan aku kesepian tak tau apa yang harus kulakukan selain memperdengarkan lagu yang mungkin sumbang itu dikamarmu, padahal aku tahu saat itu adalah waktu yang tepat bagimu jika memilih untuk tidur. Dan aku suka mendengar cerita-cerita petualanganmu menaklukan gunung ini dan gunung itu bersama teman-temanmu dimayapala, kau hebat sekali, dan sampai saat ini aku tidak bisa menjadi sepertimu.
4. My Brader
Jahil, nakal, dan tidak bisa diam, itulah kakak laki-lakiku. Bahkan hingga sampai saat ini bila aku pulang ia masih sangat sangat sering menjahiliku, yah anggap saja itu karena ia rindu padaku. Meski begitu, aku berterima kasih padanya untuk banyak hal. He is my hero, terima kasih untuk memarahi teman laki-laki jahil yang sering menggangguku dengan cacing tanah ketika aku duduk di kelas satu SD, sejak itu anak itu tidak berani menggangguku lagi. Terima kasih untuk membersihkan seragam merah putihku yang kotor saat aku jatuh terpeleset di halaman sekolah hingga membuatku menangis waktu itu. Terima kasih untuk tidak menjadi komandan menwa dirumah saat kau memang seharusnya menjadi seorang kakak saja bagiku. Terima kasih untuk mengajariku bersepeda, melepas satu persatu roda empat sepedaku hingga aku pada akhirnya benar-benar bisa mengendarainya diatas dua roda. Terima kasih sudah memperkenalkanku dengan musik, untuk bermain musik bersama, untuk lagu-lagu yang dulu menjadi familiar di telingaku dan aku masih menyukainya hingga saat ini. Tapi kau begitu cerewet dan gampang marah hingga kadang membuatku kesal -_- . Aku ingat dulu kita pernah bertengkar hebat ketika mama sedang tidak ada dirumah dan tidak ada yang melerai, terucap dengan keras dari bibirku bahwa aku menyesal memiliki kakak sepertimu, tapi kau harus tahu bahwa saat itu aku sedang berbohong, bohong besar.
5. Old man
How should I call you? When my tongue is really hard to say a word describing who you are. Aku hanya ingin berterima kasih untuk satu hal, karena kau pernah ada maka dia pun ada dan aku memilikinya dalam hidup ini. Aku tidak berterima kasih atas langkah panjang yang telah kau buat, untuk tak pernah menengok ke belakang. We’re not a part of you anymore and we don’t even need to know each other.
6. Sobat-sobat kecilku
Especially Erliani (Inay), Sylvia Humaira (Via), Pusva Rahayu Sekarwati (Ayu).
Terima kasih untuk warna warni indah di masa kecil kita, warna-warna yang tercipta itu bahkan lebih indah dari warna pelangi yang pernah kulukis diatas kertas gambarku dulu. Masa-masa itu terlalu indah, bahkan sampai saat ini pun aku masih sering berandai-andai bisa kembali ke masa itu, masa 6 tahun kebersamaan kita. Terima kasih untuk selalu tertawa bersama, menanggung resiko bersama atas segala ulah yang pernah kita perbuat, untuk menyanyi dan tampil bersama, untuk selalu kompak n teriak2 saying goodbye diatas sepeda sebelum berpisah setiap pulang sekolah, terima kasih untuk tingkah2 nyeleneh yang tak terlupakan, untuk tawa tanpa beban yang tak terbayarkan. However it was colouring my childhood, love you 4sleif
7. Acil
Usianya mungkin masih jauh diatas mamaku, tapi aku memanggilnya Acil, seperti orang-orang di lingkingan sekitarku sering memanggilnya. Beliau tetanggaku, lebih dari tetangga sebenarnya. Seorang wanita sederhana yang sudah sangat dekat dengan keluargaku jauh sebelum aku lahir ke dunia ini. Beliau juga adalah guru ngajiku, mengajariku dari mengenal huruf alif ba ta sampai aku tamat Al Qur’an di juz 30. Waktu kecil aku merasa sangat dekat dengan beliau, terima kasih untuk tidak pernah memarahiku ketika teras rumahmu kukotori dengan mainan masak-masakanku, terima kasih untuk menyediakan rumahmu sebagai pelarianku ketika aku dimarahi mama, terima kasih untuk menjaga aku dan kakakku dirumah ketika mama harus menjaga bapak yang sedang dirawat dirumah sakit. Terima kasih untuk selalu menunjukkan sebuah kesabaran atas banyak hal yang telah terjadi.
8. Mbah yang sering kutemui bersama sobat-sobat kecilku di tepi jalan.
Waktu SD, ketika pergi ke sekolah bersama sobat-sobatku, aku sering melihat mbah itu sedang membersihkan tanaman dan rumput liar dipinggir jalan dengan sebuah sepeda onthel tua tak jauh darinya. Usianya sudah sepuh sekali, kami tidak mengenalnya, namun tiap kali melewati beliau kami memanggilnya “mbaaahhh”, kemudian beliau menoleh, menjawab sembari tersenyum “nuuunn”. Dengan pekerjaan yang dilakukan bahkan di usianya yang telah lanjut, ia tetap bisa tersenyum ramah kepada semua orang, bahkan kepada anak2 tengil macam kami. Ia pun mampu tersenyum ikhlas atas apa yang harus dilakukan bahkan di usianya yang telah lanjut, terima kasih untuk menunjukkannya kepadaku, itu sebuah pelajaran.
9. Teachers
Pak Amrullah guru SD ku, thanks for being sooo patience dan selalu tersenyum dalam menghadapi ulahku dan ketiga sobatku itu di sekolah, terima kasih untuk mempercayakan banyak hal kepada kami. Pak Rakidi guru matematika SMP ku, terima kasih untuk mengajari kami banyak hal “Dengan berbagi ilmu, ilmu kita tidak akan berkurang, justru akan bertambah, buktikan saja” itu salah satu pesan beliau yang masih kuingat. Ibu Wijati, terima kasih untuk selalu mengajarkan kedisiplinan meski belum sepenuhnya bisa kuikuti sampai sekarang. Ibu Saidah, kepala SMA yang super duper tegas, ketegasan beliau benar-benar kuacungi jempol, terima kasih untuk menunjukkan cara kepemimpian itu kepada kami.
Mereka tidak memberikan suatu aba2 atau arahan, tapi contoh nyata. Saat ini kita tidak butuh lagi dengan apa yang namanya panduan, aba-aba, atau arahan yang sekedar dimulut saja, yang kita butuhkan adalah contoh nyata, tindakan yang bisa dilihat dan dijadikan teladan.
10. Keluarga besar OSIS SMANTA
Aku tidak menyangka ternyata diluar sana sulit sekali bagiku untuk menemukan tempat senyaman Osis smanta. Tempat ini terlalu nyaman, lika liku tajam didalamnya tidak membuatku terhenti, justru aku menikmatinya layaknya sedang bermain rooler coaster, berhenti pada waktunya diujung rel dengan senyum mengembang, semua karena mereka ada bersamaku. Terima kasih untuk mempercayakan banyak hal padaku saat aku bahkan tidak cukup percaya pada diriku sendiri, terima kasih untuk kakak-kakakku, ka Patria, Ka Retno, Ka Muz, Ka Saufi buntal, Ka Rory, dan kakak2 lainnya, adik2ku Fina, Ayu, Gusti, Luvi, Dina, Isnan, Jabal, Fendi, dan semua yang gak bisa kusebutin satu-satu. Dan terima kasih yang sangat amat kepada kawan-kawan seperjuanganku Adrew, Thoni, Vivi, Eza, Siska, Maretta, Tika, Rini, Rian, Septian, bagiku kalian telah menjadi lebih dari sekedar kawan, tapi saudara. Terima kasih untuk rasa nano nano yang tak terlupakan, semuanya terajut menjadi cerita indah yang akan kurindukan suatu hari nanti. Terima kasih untuk persaudaraan yang tercipta hingga detik ini, persaudaraan untuk selamanya.
11. Sahabat-sahabat SMP dan SMA
Sahabat-sahabatku di SMP Plus murung pudak, kawan2 SMAN 1 Tanjung, terima kasih untuk hadirnya kalian dalam warna-warni kehidupanku, kalian memberi banyak pelajaran tentang hidup. Sahabat-sahabat dekatku dan semua teman-teman di Ipa 2, terima kasih untuk menyelipkan aku diantara kalian, nyaman sekali rasanya berada bersama kalian, dengan kebersamaan dan tingkah-tingkah gila yang tak terlupakan. Tak perlulah kusebutkan nama kalian satu persatu, aku tahu siapa kalian bagiku dan kalian tahu siapa kalian. Janji ya, kita kawan selamanya, kita untuk slamanya.
12. Semua yang kutemui di kota Jogja.
Terima kasih untuk teman2 dan semua yang kutemui di Jogja, terima kasih untuk membuatku merasa nyaman di kota ini. Masih banyak cerita yang akan terangkai disini.
13. .........
And, this is I thank to you for being so nice, for being different than the others, for being the one whom has taken a part on the story, actually on my fairytale. For making me laugh, cry, smile without any reason, and yeah that’s crazy anyway. And also Thanks for letting me get lost, don’t know which way I should step my foot on. And I’d also have to say thanks if someday I find we’re in far away, but I wish something better is waiting us there, no matter how's the ending should be.
Thank you very much,
Jogja, 27 Desember 2011
skip to main |
skip to sidebar
Somewhere
It's my life... I'm the one who will paint it...
Laman
Selasa, 27 Desember 2011
Total Tayangan Halaman
Lencana Facebook
Lencana Facebook
About this blog
welcome to my blog...
welcome to my words...
welcome to my world...^^
welcome to my words...
welcome to my world...^^
That's who I am...
Somewhere
This is who I am
- Endah Tri Wahyuni
- A little girl in a big world. A dreamer. Love music, travelling, writing, reading, skygazing, firework, beach, mountain. Unbreakable. Mistaken. Careless. Moody. Strong enough. Friendly. Have so much to be thankfull for. Deserve to be happy. Best daughter wanna be.
Labels
- Family (4)
- Friendship (5)
- Indonesia (3)
- Jurnalism (3)
- Love (17)
- My Birthday (3)
- My Mind and Soul (37)
- sirius (1)
- Travelling (7)
Entri Populer
-
Dewi Lestari yang dikenal dengan nama pena Dee adalah salah satu penulis favorit saya. Yah, mungkin belum cukup list bacaan saya untuk dik...
-
Hmmm... ngomongin band favorit Indonesia, omonganku gak bakalan jauh-jauh dari yang namanya Sheila On 7. Buat aku, Sheila on 7 adalah ...
-
“Kamu hanya butuh waktu. Luka dibadan saja butuh waktu untuk sembuh.” Kata seorang sahabat dalam perbincangan kami pada suatu malam...
-
Tiada yang mengerti, dan mungkin diapun tidak memahami, betapa tidak nyamannya matamu memandang kepingan-kepingan kendi kalian yang kini ...
-
Tadi pagi, di sela-sela sarapan sebelum berangkat ke kantor, tidak sengaja tangan saya yang sedang memegang remote control menemukan channe...
-
I know you're somewhere out there Somewhere far away I want you back I want you back My neighbors think I'm crazy But they don...
-
Sebenarnya cukup terlambat jika baru sekarang saya menuliskan cerita perjalanan terbaru saya bersama teman-teman Lepo mania ke Puerto Rico...
-
"Dunia adalah sebuah buku, dan anda yang tidak melakukan travelling kemana-mana hanya membaca satu halaman saja." (Sa...
-
Tahun ini Hima Fisika FMIPA UNY kembali menyuguhkan rentetan acara dan lomba jurnalistik dalam Pekan Jurnalistik Fisika (PJF). Kali ini Pe...
-
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menceritakan tentang sebuah kampung kepada seseorang. Saya bercerita tentang bagaimana kampung it...
Thanks
Thanks for inviting my blog ! ^^
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar