Sudah cukup lama rasanya saya tidak
menulis. Dan… Ow Em Jiiiii, bahkan untuk menulis tentang "4 November" beberapa waktu yang lalu pun saya lupa, Gubraaakkkkk.. Padahal itu tradisi yang hampir
tidak pernah saya lewatkan setiap kali bertambah usia. Entah kenapa
jadi sekacau ini. Inspirasi saya seolah pergi sehingga saya enggan dan parahnya
justru tidak terpikir lagi untuk ngoret-oret blog ini. Tida tida tidaaa..
bintang itu tetap berada disana, bumi saya hanya sedang berputar. Inspirasi tidak
pernah pergi. Begitu kata Luhde pada Keenan dalam Novel Perahu Kertas, saat Keenan merasa tidak bisa lagi
menggoreskan kuasnya diatas kanvas.
Kembali ke "4 November". Eh tadinya topiknya
bukan ini, tapi yang itu. Tapi yasyudahlah yang itu dipending dulu diganti yang
ini. Takkan lari gunung dikejar. (Heh ? Hubungannya ? :o )
Alhamdulillah, tahun ini saya
menghabiskan moment pergantian usia di tanah kelahiran saya, Tanjung. Terima kasih
Tuhan untuk angka baru ini. Terima kasih untuk memberi apa yang saya butuhkan
meski tidak semuanya terlihat pas dengan apa yang saya ingini. Terimakasih
untuk memberi saya pelajaran baru melalui status yang saya sandang sebagai seorang fresh graduate yang mulai mencari penghidupan.
Terimakasih untuk mengajari saya lebih berani melawan egoisme diri saya sendiri, melatih saya menjadi lebih realistis,
tanpa harus selalu idealis. Terima kasih sudah menitipkan pelajaran berharga
lewat orang yang datang lalu pergi lagi. Terima kasih sudah mengajari saya
menjadi lebih dewasa dengan segala proses kehidupan yang sudah saya lalui. Terima kasih untuk keluarga dan teman-teman
yang tidak pernah pergi, mereka selalu ada itu sudah lebih dari cukup. Terima kasih
untuk teman-teman SMP dan SMA yang memberi saya kejutan yang tidak disangka
pada malam itu, Dewi, Ida, Erma, Putri, Mila, Gina, Rahma, Adrew, Fudin, Teguh.
Dan Adrew, tengkyu buat gambar kepala daerah dan wakilnya, saya
benar-benar tertohok, bung. hahaha. You know what guys? Karena kalian, pada malam itu
saya menyadari bahwa saya ternyata kembali punya kehidupan di kota ini, punya ruang
yang kosong untuk kembali diisi. Welcome home, Endah.
Bertambahnya usia bukan berarti
paham segalanya. Tapi saya berjanji untuk selalu berusaha memahami setiap hal baik dan buruk yang sudah saya lewati selama 23 tahun ini. Saya yakin bahwa Tuhan tidak
pernah memberi segala sesuatu dengan sia-sia, tak ada sedikit pun yang mengalir
mubazir. Therefore, in this 23 years old of mine, I decide to be thankfull for all the good and the bad things in my
life.
Sugeng tanggap warsaaaa Endaaaaaah, Enduuuuut, Endahoooo. :p
Selamat menuaaa, enggak menua dengg,
mendewasa.. hehehe.
Selamat menikmati hidup sehidup-hidupnya !
Selamat menikmati nano-nano selanjutnya !
Tanjung, 13 November 2014.







0 komentar:
Posting Komentar