Kamu mungkin terlalu sibuk, atau
memang mencari sibuk entah untuk alasan apapun itu, berlari kesana kemari untuk
mencari passionmu, mengejar cita2mu, mewujudkan setiap ambisimu...
Sampai-sampai sekilas tampak kamu
seolah tidak menyayangi dirimu sendiri, membiarkannya kelelahan, merampas
haknya ketika ia butuh berhenti sejenak dan mengambil
nafas...
Kamu lupa pada seseorang disana
yang pernah memintamu untuk menjaga dirimu baik-baik ketika dia tak lagi bisa
secara penuh berada disampingmu untuk menjagamu, dia yg telah percayakan jiwamu
untuk menjaga ragamu, ragamu untuk menjaga jiwamu...
Dia yang perduli pada dirimu
melebihi pedulinya kamu terhadap dirimu sendiri, dia yang mengkhawatirkanmu
melebihi khawatirnya kamu terhadap dirimu sendiri, dia yang pasti akan menjadi
orang pertama yang paling cemas jika sesuatu yang buruk terjadi padamu, dia yang
pernah berkata bahwa dia tidak akan menjadi bangga saat impianmu tercapai jika
harus dibayar dengan rapuhnya ragamu...
Jaga dirimu, bukan untuk kamu, terserah,
karena mungkin bagimu kamu sanggup untuk menahan atau mengatasinya sendiri...
Jaga dirimu, bukan demi kamu, karena mungkin kamu memang tidak begitu perduli, atau barangkali kamu anggap ambisimu jauh lebih penting daripada dirimu...
Jaga dirimu, bukan demi kamu, karena mungkin kamu memang tidak begitu perduli, atau barangkali kamu anggap ambisimu jauh lebih penting daripada dirimu...
Jaga dirimu, bukan untuk dirimu,
jaga dirimu untuk dia, untuk ibumu, demi ibumu, karena mungkin kamu tidak akan
sanggup untuk menatap matanya yang tidak akan terpejam karena mengkhawatirkanmu
saat sesuatu terjadi padamu, dengan getar bibirnya yang tak pernah berhenti berdoa
pada Tuhan meminta agar kamu selalu baik-baik saja...
Kamu tahu itu bukan?
Jaga dirimu baik-baik.
Kamu tahu itu bukan?
Jaga dirimu baik-baik.
Jogja,12 Oktober 2012




0 komentar:
Posting Komentar