Laman


Jumat, 12 Oktober 2012

Sebatang Pohon dan Bintang



Percakapan tulisan geje dengan seorang sahabat di sela-sela sang dosen sedang memberikan materi kuliah, dikala keboringan hebat melanda di siang bolong. Oh Pak Dosen maafkanlah kami karena sejenak berpindah mengikuti kuliah yang hanya ada di dunia kami sendiri... -___-

A             : Jika aku dilahirkan kembali, aku ingin lahir sebagai sebatang pohon.





B             :  Kenapa? Pohon itu bisa ditebang sama orang lho :p

A             : -_____-
Karena pohon itu... dia tidak pernah berpindah, akarnya jauh kemana-mana, dan batangnya berkembang terus. :)

B             : Jika aku dilahirkan kembali, aku ingin lahir sebagai bintang, karena bintang itu selalu bersinar dan selalu ada, walau orang mengira ia tiada ketika awan tebal menutupinya.


A             : Tapi bintang itu suka berpindah, suka menggoda dari kejauhan, dan dia berkedip-kedip pada semua. :p

B             : Bintang itu tidak berpindah kok. Bumi saja, tempat orang memandangnyalah yang berputar. Dibutuhkan keterampilan yang tidak sembarangan untuk mengerti dan memahami posisinya. Bukan dia yang berkedip-kedip, bumi sajalah yang tertutupi suatu selubung yang akhirnya membuatnya terlihat berkedip-kedip.

A             : Rumit...  Gemintang ingin selalu ingin dimengerti dengan caranya. Karena tidak tampak, tersembunyi, dan jauh... Jika tidak sanggup, mungkin pengamat akan berhenti.

....

A             : Cepat dijawab -___-

B             : Bentar to -___-

                ....

B             : Tidak ada unsur paksaan untuk mengerti bintang, tuntutan budaya dan ilmu pengetahuan pun tidak bisa dijadikan paksaan untuk seseorang bisa mengerti bintang, itu dari hati. Itu sebabnya tidak banyak orang berprofesi sebagai astronom, juga tidak banyak orang berani jadi nelayan yang biasanya pergi ke laut dengan hanya mengandalkan gemintang, tidak semua orang pula bisa benar-benar merasa senang dengan memandang dan merasakan sinarnya, memang tidak. Biarkan saja ia hidup dengan caranya, Antares tetap menjadi si raksasa merah, Sirius tetap menjadi si putih yang cemerlang, bintang biarkan saja tetap menjadi bintang. Ngerti gak maksudnya apaan?

A             : Gak

B             : yasudah aku juga gak -______-

                ....

B             : Aku belum tanya tentang pohon...
(bersambung...)

Siang bolong di salah satu sudut kelas, 10 Oktober 2012

Double E

0 komentar: